Refleksi Akhir tahun: A Human Spiritual Review Start From " Mindsite"

Refleksi Ahir tahun: PENCAPAIAN PERADABAN MANUSIAWI BERMULA DARI PIKRIRAN KITA: A Human Spiriual Review

Written: Benjamin Ketang, MA

Mbah…setiap gerakan pasti menimbulkan reaksi retak atau dalam sekala besar akan terjadi "gempa Bumi" itu adalah satu satu reaksi gerakan atau getaran. termasuk gerakan Pemikiran Kalaupun itu Mbah menjadi seorang penjabat dan dosen juga merupakan reaksi dari alur pemikiran Mbah sejak dulu. Sampai kemudian teori getaran/gerakan itu menjadikan punya anak dan kaya raya yang dihasilkan getaran. Tetapi getaran dan gerakan itu akan lebih dasyat kalau dilakukan orang lain tanpa kita menyadari ataupun menhetahui bahwa itu adalah hasil idea yang kita munculkan untuk mendapatkan gerakan. Kejadian kita semuanya adalah muncul dari reaksi kita, baik sengaja dan tidak disengaja. Tapi, semua itu Tuhan yang mengetahui kenapa kita lahir dan ketemu. Karena kejadian itu merupakan sebab musabab kita hidup dan mempunyai eksistensi..(Everything has a reason) Seperti..Sandi yang mencalonkan sebagai Bupati Banyuwangi ,Purnomo Sidi di BPK, dan Mbah sendiri di KPU, juga sebagai dosen adalah kapital yang itu kita tidak menyadari bahwa itu adalah bagian hidup kita untuk di jalani. Seperti ketika saya baca Buku Nietche ( Seorang filsuf Jerman) tetapi saya juga berharap dia bukan pendukung Hitler, karena saya bencinya minta ampun. Ada yang sangat menarik dalam buku itu adalah " DER WILLE ZUR MUCHT" kira-kira begitu lah, tulisannya. Kemudian ideas itu meracuni hidup saya untuk meraih semuanya termasuk halnya "wanita" dan "kekuasaan" yang menghantarkanku ke Israel sebagai " Life-transforming" dalam entitas saya sebagai manusia merdeka dan hidup adalah hakikat kebahagiaan. Ada hal yang saya kagumi dalam konsep Israel adalah Manusai tidak punya kuasa untuk memberikan justifikasi terhadap manusia, karena kita di beri kuasa untuk memilih. Pilihan kita itulah hukum bagi kehidupan dan tata-recontruksi planet ini bagi kehidupan manusia. Yang menarik adalah, bagaimana tingkat keimanan kita selalu mempunyai latar belakang histori yaitu pengalaman-leluhur Isarel, Ibrahim, Ishak, Ismail, dan 12 suku Israel yang sampai saat ini menjadi negara Yahudi (Jewish State) karena saya pribadi telah lama membuka alam pikiran saya untu menjadi bagian dari sejarah peradaban manusia. Bagaimanapun eksistensi manusia selalu utuh tidak pernah terputus sampai kita menemuai hari (kiamat) yang di percayai oleh sebagaian orang. Kia bisa sekolah kemanapun hal itu tergantung alam pikiran kita termasuk bagaimana kita sampai di Mekah-MADINAT. Harta yang paling berharga adalah kemerdekaan kita untuk berfikir dan menemukan yang dibutuhkan oleh peradaban manusia. Sarana itu akan menjadikan kita mendapatkan "operational Budget" bagi realisasi pemurnian titah-titah manusia hidup untuk sejarah dan peradaban sebagai manusia bukan seperti "animal instint" karena kalau itu terjadi kita tidak akan pernah mampu berkomunikasi dengan para " malaikat-malaikat" penjaga peradaban manusia. Bagaimana hal itu bisa terbukti dan menjadi sebuah peradaban manusia seutuhnya. Itu karena kita telah menghargai pikiran kita sebagai materi yang tidak pernah tergantikan……

Jakarta, 15 Desember, 2009 Benjamin Ketang The Indonesia-Israel Public Affairs Committee (IIPAC) Jl. Kyai Haji Wahid HASYEM, 28 Jakarta Pusat 11000 phone: +62 21 93442874 Mobile: +62 81288834728 E-mail: ben.ketang@gmail.com

http://www.iipac.wordpress.com

%d בלוגרים אהבו את זה: